Thursday, July 4, 2013

Dunia Perkuliahan

Hello cold world...
Sekarang aku udah lulus SMA.
Dan aku udah keterima di Universitas Lampung, jurusan Agribisnis.
Jadi aku bakal memulai dunia perkuliahan yang dibilang orang2 sangat keras.
Doain aku selalu sukses ya.

Wednesday, June 27, 2012

Grade 12

Hai, udah lama gue gak ngeblog.
Maaf ya soalnya baru ada waktu sekarang.

Oh iya, tanggal 16 Juni kemarin udah bagi raport.
Alhamdulilah gue naek kelas tapi dapetnya cuman ranking 7 sih.
Yah tapi gak papa lah, yang penting masuk 10 besar.

Gak kerasa saat gue masuk sekola ntar, gue udah grade 12.
Yang bikin sedih pertama adalah di kelas gak bakal ada Wira lagi, karena dia harus pindah.
Pasti kelas sepi banget gak ada yang ngelawak.
Yang bikin sedih berikutnya adalah grade 12, artinya harus fokus untuk UN dan masuk PTN atau PTK.
Masalahnya gue sekarang gak tau harus les di mana.
Itu pun kalo si papa mau nge-les-in gue.
Gue pengen banget les, supaya pas gue UN dan SNMPTN, gue bisa ngelewatinnya dengan gampang.
Karena pas SNMPTN, gak bakal ada yang nolong gue, kecuali diri gue sendiri.

Masalahnya gue masih bingung mau kuliah di mana.
Papa nyuruhnya gue tetep di lampung dan masuk Unila.
Mama nyuruh gue masuk Poltekkes atau gak STIS.
Zetta nyuruh gue masuk UI kalo gak UGM.
Gue sih naksirnya ke UGM.
Cuman gak tau otak gue nyampe atau enggak.
Gue takut kejadian yang sama keulang lagi, saat gue gak keterima mana - mana.
Itu bener - bener nightmare paling nyeremin di kehidupan nyata gue.
Gue gak mau hal itu keulang lagi.
Gue pengen banget masuk UGM, masuk ke fakultas kedokteran gigi.
Cuman masalahnya ada di papa, dia mau gak ya kuliahin gue di sana.

Mulai sekarang gue harus belajar yang giat.
Supaya semua hal sukses.
Mungkin ntar kalo gue bingung mau masuk mana, gue sholat tahajud aja.
Pasti gue dikasih petunjuk bagusnya sekolah di mana.
Pasti semua ada hikmahnya di balik tempat kuliah gue nanti, AMIN.

Sekian sampe sini dulu.
Ntar kalo sempetgue blogging lagi ya.

P.S. : Gue udah move on, hahaha. Tentu aja gue harus move on, kan harus fokus ujian, hihihi.

Thursday, May 17, 2012

You...

You were about 6 years ago....
Dia udah menghilang 6 tahun dari hidup gue.
Tapi saat gue tatapan lagi sama dia, semua kenangan itu kembali masuk ke pikiran gue.
Semua kenangan... Semuanya.... Tanpa terkecuali...
Semua kenangan itu bisa gue inget.
Kenangan yang manis, bahagia, sakit, sedih, kecewa.
Semua rasa nyampur jadi satu.
Saat mata gue tatapan sama mata dia, rasa seneng itu ada.
Seneng ngeliat dia sehat dan baik - baik aja.
Tapi rasa sakit dan sedih lebih menusuk di hati gue.
Sedih karena dia gak mungkin inget gue lagi.
Sakit karena saat kami tatapan dalam hitungan detik yang lama, dia buang muka gitu aja.
Buang muka seperti gak kenal siapa gue.
Rasanya air mata gue bisa netes saat itu juga, tapi apa gunanya...
Semua gak ada gunanya...

Sejak saat itu gue ketakutan.
Gue takut untuk ketemu dia lagi.
Takut untuk ngeliat wajahnya.
Padahal selama ini gue bisa move on dari dia.
Selama ini gue udah bisa ngelupain dia.
Tapi kenapa cuman karena tatapan sekali, hati gue langsung jadi gak karuan.
Kenapa seperti ini ?
Ini semua gak masuk di akal...

Sejak saat itu pula, gue jadi kepikiran dia terus.
Gue kadang berpikir, buat apa mikirin orang yang belum tentu mikirin gue.
Hanya uang - buang waktu aja.
Gue pun mulai untuk move on lagi.

Tapi............
Saat gue ngedenger suatu pernyataan dari temen gue itu.
Gue kaget, shock, seneng, tapi tetep nyakitin hati.
Ternyata beberapa bulan yang lalu, dia nanyain kabar gue.
Ternyata dia masih inget sama gue.
Tapi kalo masih inget, kenapa dia begitu dingin sama gue.

Sejak pernyataan itu, gue pun susah buat move on.
Denger nama dia aja, dada gue langsung sesek dan ada rasa nyut di hati.
Sampe kapan gue bakal terus begini ?
Life must go on.
Tapi sampe kapan gue gak bakal bisa move on, dari orang yang gak peduli sama gue ?

Semoga ke depannya, gue bakal bisa ngelupain dia.
Dan bisa ngejalanin hidup gue dengan orang yang bakal ada di samping gue nantinya.
Kalo misalnya memang kami jodoh, takdir sendiri yang akan mempertemukan kami.
Biarlah hidup berjalan dengan damai.
Dan semoga dia bakal cuman jadi kenangan yang terindah untuk saat ini.........

Monday, March 26, 2012

Rapunzel


Ini Rapunzel dari film "Tangled". Kalo dia ada di dunia nyata, wajahnya seperti gambar di atas. Gue dapet gambar ini dari blog Jirka blog. Gue suka gambar ini karena Rapunzel kelihatan cantik banget di sini. How about you ?

Sunday, January 15, 2012

Cuplikan Novel 'Sunshine Becomes You' By Ilana Tan


”Oh, celaka!” Mia terkesiap kaget ketika mengeluarkan ponsel dari tasnya.
Alex Hirano sudah mencoba menghubunginya berkali-kali, tetapi Mia tidak menyadarinya karena ponselnya berada di dalam tasnya yang ditinggalkan di kursi penonton.
Ia bergegas mengenakan celana jins dan sepatu, lalu berpamitan kepada guru tarinya.
Laki-laki itu pasti marah besar, pikir Mia cemas dan cepat-cepat menelepon Alex Hirano.
Mia berlari-lari kecil menyusuri koridor di antara deretan kursi penonton ke arah pintu keluar
Pada deringan kedua, suara Alex Hirano pun terdengar di ujung sana.
”Clark? Kenapa kau tidak menjawab teleponku?”
Mia mengernyit.
”Maaf,” katanya cepat.
”Aku tidak mendengar bunyi telepon.”
”Apakah kau tahu sudah berapa lama aku menunggu?”
”Maaf,” ulang Mia.
”Kau ada di mana sekarang? Aku akan segera ke sana.”
”Berhenti,” kata Alex Hirano tiba-tiba.
Mia otomatis berhenti melangkah walaupun ia tidak mengerti apa yang dimaksud laki-laki itu.
”Apa?”
”Ya, berhenti seperti itu,” kata Alex.
”Sekarang berputar ke kiri.”
Mia menuruti kata-kata Alex Hirano.
Dan mata Mia melebar kaget ketika melihat Alex Hirano duduk beberapa kursi jauhnya dari tempatnya berdiri.
Laki-laki itu tersenyum kecil kepadanya sambil menurunkan ponsel dari telinga.
Mia mengerjap heran.
Pertama, karena Alex Hirano tersenyum.
Laki-laki itu belum pernah tersenyum kepadanya selama Mia mengenalnya.
Alex memang sering tersenyum hambar dan sinis, tetapi itu tidak bisa dihitung sebagai ”senyuman”, bukan?
Kedua, karena Alex Hirano ada di sana.
Mia tidak tahu mana yang lebih mengherankan baginya.
”Kenapa kau bisa ada di sini?” tanya Mia sambil menoleh ke kiri dan ke kanan, seolah-olah mencari seseorang yang bisa menjelaskan kenapa Alex Hirano ada di sana, lalu kembali menatap laki-laki itu.
”Sudah berapa lama kau di sini?”
Alex Hirano memasukkan ponselnya ke saku celana dan berkata ringan, ”Omong-omong, kau sudah boleh menurunkan ponselmu.”
Mia tersentak dan menyadari ponselnya masih ditempelkan ke telinga.
Ia buru-buru memasukkannya kembali ke dalam tas.
Ia baru ingin mengulangi pertanyaannya ketika Alex menyelanya.
”Jadi itu yang dinamakan tari kontemporer,” gumam Alex sambil memandang ke arah panggung, tempat para penari sibuk berlatih.
Mia tidak tahu apakah Alex Hirano sedang membicarakannya atau para penari di panggung itu
Apakah laki-laki itu melihatnya menari tadi?
”Aku tidak menyangka kau mendengarkan lagu-lagu Italia,” lanjut Alex sambil kembali menoleh ke arah Mia.
Oh ya, laki-laki itu sudah ada di sini ketika Mia menari tadi.
Mia mengangkat bahu dan membalas, ”Aku bahkan tidak menyangka kau tahu lagu itu lagu Italia.”
Alex Hirano menatap Mia dengan mata disipitkan, tetapi kali ini Mia tidak merasa ingin mundur teratur.
Tatapan Alex kali ini bukan tatapan dingin dan bermusuhan.
Dan omong omong, Alex juga tidak marah-marah karena tidak bisa menghubungi Mia dan terpaksa harus menunggu.
Mengherankan sekali.
”Aku ini musisi,” sahut Alex dengan sebersit nada angkuh dalam suaranya.
”Tentu saja aku tahu semua jenis lagu dan musik.”
Mia ingin membalas bahwa bukan musisi saja yang perlu tahu tentang musik.
Penari juga perlu.
Tetapi saat itu Alex berdiri dari tempat duduknya dan melangkah keluar dari deretan kursi penonton, jadi Mia mengurungkan niatnya dan menyingkir sedikit untuk memberi jalan.
Alex keluar dari teater dan Mia mengikutinya dari belakang.
”Jadi kau sudah bertemu dengan gurumu?” tanya Mia berbasa-basi sambil mengenakan jaket luarnya. Alex mengangguk.
”Sudah.”
”Gurumu masih ingat padamu?”
”Tentu saja,” sahut Alex dengan nada tersinggung, seolah-olah semua orang di Juilliard pasti tahu siapa dirinya.
Mia tidak berkomentar. Alex ragu sejenak, lalu akhirnya bertanya, ”Yang tadi itu guru tarimu?” Mia melirik Alex.
Sungguh, laki-laki itu agak berbeda hari ini.
Ia mengajaknya mengobrol, padahal biasanya ia hanya akan bicara dengan kalimat pendek dan seperlunya.
Sepertinya suasana hati Alex Hirano sedang baik hari ini.
”Ya,” sahut Mia singkat.
”Salah satunya.”
”Dia sangat memujimu tadi.”
”Benarkah?” gumam Mia sambil lalu.
Alex menoleh menatapnya.
”Katanya kau salah satu penari terbaiknya.”
”Oh ya?” Mia mengangkat bahu.
”Banyak penari lain yang lebih baik dariku.
Omong-omong, kau mau pergi ke mana sekarang? Pulang? Bagaimana kalau kau tunggu di pintu depan dan aku akan pergi mengambil mobil…”
Alex menggeleng dan menyela, ”Aku belum ingin pulang.”
”Oh? Lalu kau mau pergi ke mana?” Alex berpikir sejenak.
Lalu sekali lagi seulas senyum samar tersungging di bibirnya dan ia berkata, ”Toko musik.”

Itu tadi cuplikan dari novel terbaru karya Ilana Tan; Sunshine Becomes You, yang akan terbit di toko buku mulai 2 Februari 2012.

Wednesday, January 4, 2012

Peringkat

Hai it's me again
babai
Hari ini gue mau cerita soal peringkat gue di kelas
nerd
Gue cuman dapet ranking 8
nangih
Padahal gue pengen banget ranking 1
nangih
Emang sih ada hikmahnya, gue pasti jadi termotivasi buat belajar.
Yaaah, soalnya kan SMA ini gue sering maen - maen mulu.
Entah kenapa, gue ngerasa banget, kalo SMA ini cobaan buat maen itu banyak bangeeeet!
Makanlah, karaokelah, wisata kulinerlah.....
Aaaaah, gila gue lama - lama!
Udah bokek, diajak maen terus sama gank gue di sekolah -_-
Mereka itu gak ngerti kata bokek apa ?
Perasaan ngajak maen terus -_-
Mau ngepost apa lagi ya ? Bingung nih.
Hari ini, ini aja yang bisa gue post.
Bye bye...
babai

Monday, January 2, 2012

Back To School

Hai, it's me (again)
babai
Sekarang tanggal 2 Januari, jadi artinya besok bakal sekolah lagi! MALES BANGET!
nangih
Liburnya kurang
encem
Besok bakal ketemu lagi sama anak - anak IPA 5.
Pasti mereka bakal berisik soal cerita mereka pas study tour.
Sedangkan gue ? Paling cuman melongo dengerin cerita mereka dan cuman nagih oleh - oleh
sengihnampakgigi
Tapi pasti gak dikasih sama mereka
xpasti
Besok gue cuman penasaran aja, gue pengen tau, ada yang jadian gak pas study tour kemarin.
Kalo ada, minta makan - makan lah
duit
Tapi gue mah malesnya kelas gue ini, kalo pacaran ngasih taunya lama.
Alias backstrret dulu, sebulan kemudian baru dikasih tau.
Apalah! Kurang seru!
Sekarang udah ada 2 pasangan di kelas gue.
Kalo bertambah dan berkurang, ya terserah.
Gak ada pengaruhnya sama gue.
Mereka aja kayaknya gak terlalu mentingin hal itu.
Paling besok ketemu combe kitty lagi dan blah-blah-blah lainnya.
Sekian dulu buat hari ini.
See ya!
babai