Wednesday, December 28, 2011

Ilana Tan - Sunshine Becomes You


Udah pernah denger nama Ilana Tan ?
Yup, dia penulis buku Four Season With Love, yang terdiri dari 4 buku, yaitu :
1. Summer in Seoul
2. Autumn in Paris
3. Winter in Tokyo
4. Spring in London
Gue udah baca semua novelnya dan apa yang terkesan ? Satu kata yaitu "AWESOME". Semua novelnya romantis, gak gampang ditebak alur ceritanya, dan yang pasti so sweeeeeet banget! Bagi yang belum baca wajib baca nih kalo misalnya suka sama novel romantis.

Anyway, nanti Februari 2012, buku Ilana Tan yang terbaru bakal keluar, judulnya Sunshine Becomes You. Covernya seperti gambar di atas sebelumnya. Check it out, sinopsis di bawah ini! :

===================================================

"Walaupun tidak ada hal lain di dunia ini yang bisa kau percayai, percayalah bahwa aku mencintaimu. Sepenuh hatiku."

Ini adalah salah satu kisah yang terjadi di bawah langit kota New York...
Ini kisah tentang harapan yang muncul di tengah keputusasaan...
Tentang impian yang bertahan di antara keraguan...
Dan tentang cinta yang memberikan alasan untuk bertahan hidup.

Awalnya, Alex Hirano lebih memilih jauh - jauh dari gadis itu--malaikat kegelapannya yang sudah membuatnya cacat.
Kemudian, Mia Clark tertawa dan Alex bertanya - tanya bagaimana dia dulu bisa berpikir gadis yang memiliki tawa secerah matahari itu adalah malaikat kegelapannya.

Awalnya mata hitam yang menatapnya dengan tajam dan dingin itu membuat Mia gemetar ketakutan dan berharap bumi menelannya detik itu juga.
Kemudian Alex Hirano tersenyum dan jantung Mia yang malang melonjak dan berdebar begitu keras sampai Mia takut Alex mendengarnya.

===================================================

Itulah sinopsis Sunshine Becomes You yang gue dapet dari internet.
Data bukunya, yaitu sebagai berikut :
Ukuran : 13,5 x 20 cm
Tebal : 400 halaman
Terbit : Februari 2012
Cover : Softcover
ISBN : 978-979-22-7813-2
No. Produk : 40101120001
Tags : Novel, Metropop, Cinta
Harga : Rp 65.000
Kategori : Fiksi dan Sastra, Novel, Metropop

Itu dulu yang bisa gue blog hari ini, kapan - kapan gue nge-blog lagi kok :)

Thursday, December 22, 2011

Hachiko, kisah anjing yang sangat setia

Hachiko, kesetiaan seekor anjing.
Di kota Shibuya, tepatnya di alun - alun sebelah timur Stasiun Kereta Api Shibuya, terdapat patung yang sangat termasyur. Bukan patung pahlawan ataupun patung selamat datang, melainkan patung seekor anjing. Dibuat oleh Ando Takeshi pada tahun 1935 untuk mengenang kesetiaan seekor anjing kepada tuannya.
Seorang Professor setengah tua tinggal di kota Shibuya. Namanya Professor Hidesamuro Euno. Dia hanya ditemani seekor anjing kesayangannya, Hachiko. Begitu akrab hubungan anjing dan tuannya itu sehingga kemanapun pegi, Hachiko selalu mengantar Professor itu setiap hari berangkat mengajar di uneversitas selalu menggunakan kereta api. Hachiko pun setiap hari setia menemani Professor sampai stasiun. Di Stasiun Shibuya ini Hachiko dengan setia menunggu tuannya tanpa beranjak pergi sebelum sang Professor kembali. Dan ketika Professor Euno kembali dari mengajar dengan kereta api, dia selalu mendapati Hachiko sudah menunggu dengan setia di stasiun. Begitu setiap hari yang dilakukan Hachiko tanpa pernah bosan.
Musim dingin di Jepang tahun ini begitu parah. Semua tertutup salju. Udara yang dingin menusuk sampai tulang sumsum membuat warga kebanyakan enggan keluar rumah dan lebih memilih tinggal dekat perapian yang hangat.
Pagi itu, seperti biasa, sang Professor berangkat mengajar ke kampus. Dia Professor yang sangat setia terhadap profesinya. Udara yang sangat dingin tidak membuatnya malas untuk menempuh jarak yang jauh tempat dia mengajar. Usia yang semakin senja dan tubuh yang semakin rapuh juga tidak membuatnya beralasan untuk tetap tinggal di rumah. Begitu juga Hachiko, tumpukan salju yang tebal dimana - mana tidak menyurutkan kesetiaan menemani tuannya berangkat kerja. Dengan jaket tebal dan payung yang terbuka, Professor Euno berangkat ke stasiun Shibuya bersama Hachiko. Tempat mengajar Professor Euno sebenarnya tidak terlalu jauh dari rumahnya, tapi memang sudah menjadi kebiasaannya untuk naik kereta api setiap berangkat maupun pulang dari universitas.
Kereta api datang tepat waktu. Bunyi gemuruh disertai terompet panjang seakan sedikit menghangatkan stasiun yang penuh dengan orang - orang yang sudah menunggu. Seorang awak kereta yang sudah akrab dengan Professor Euno segera berteriak akrab ketika kereta berhenti. Ya, hampir semua pegawai stasiun maupun pegawai kereta kenal dengan Professor Euno dan anjingnya yang setia itu, Hachiko. Karena memang sudah bertahun - tahun dia menjadi pelanggan setia kendaraan berbahan bakar batu bara itu.
Setelah mengelus dengan kasih sayang kepada anjingnya layaknya dua orang sahabat karib, Professor Euno naik ke gerbong yang biasa ia tumpangi. Hachiko memandang dari tepian balkon ke arah menghilangnya Professor Euno dalam kereta, seakan ia ingin mengucapkan, "Saya akan menunggu tuan kembali".
"Anjing manis, jangan pergi kemana - mana ya, jangan pernah pergi sebelum tuanmu ini pulang!", teriak pegawai kereta setengah berkelakar.
Seakan mengerti ucapan itu, Hachiko menyambut dengan suara yang agak keras,"guukh!". Tidak berapa lama kemudian, petugas balkon meniup peluit panjang, pertanda kereta akan segera berangkat. Hachiko pun tahu artinya tiupan peluit itu. Makanya dia seakan - akan bersiap melepas kepergian Professor tuannya dengan gonggongan ringan. Dan didahului semburan asap yang tebal, kereta pun berangkat. Getaran yang agak keras membuat salju - salju yang menempel di dedaunan sekitar stasiun sedikit berjatuhan.
Di kampus, Professor Euno selain jadwal mengajar, dia juga ada tugas menyelesaikan penelitian di laboratorium. Karena itu, begitu selesai mengajar di kelas, dia segera siap - siap memasuki lab untuk penelitiannya. Udara yang sangat dingin di luar menerpa Professor Euno yang kebetulan lewat koridor kampus.
Tiba - tiba ia merasakan sesak sekali di dadanya. Seorang staf pengajar yang lain yang melihat Professor Euno limbung segera memapahnya ke klinik kampus. Berawal hal yang sederhana itu, tiba - tiba kampus menjadi heboh karena Professor Euno pingsan. Dokter yang memeriksanya menyatakan bahwa Professor Euno menderita penyakit jantung dan siang itu kambuh. Mereka berusaha menolong dan menyadarkan kembali Professor Euno. Namun, tampaknya usaha mereka sia - sia. Professor Euno meninggal dunia. Segera kerabat Professor Euno dihubungi. Mereka datang ke kampus dan langsung membawa jenazah Professor Euno ke kampung halaman mereka , bukan ke rumah Professor Euno di Shibuya.
Menjelang malam, udara semakin dingin di stasiun Shibuya, tetapi Hachiko tetap bergeming dengan menahan udara dingin dengan perasaan gelisah. "Seharusnya Professor Euno sudah kembali", pikirnya. Sambil mondar - mandir di sekitar balkon, Hachiko mencoba mengusir kegelisahannya. Beberapa orang di stasiun merasa iba dengan kesetiaan anjing itu. Ada yang mendekat dan mencoba menghiburnya namun tetap saja tidak bisa menghilangkan rasa kegelisahannya.
Malam pun datang. Stasiun semakin sepi. Hachiko masih menunggu di situ. Untuk menghangatkan badannya, ia meringkuk di pojokan salah satu ruang tunggu. Sambil sesekali melompat ke balkon setiap kali ada kereta datang, berharap tuannya ada di salah satu penumpang yang datang. Tetapi ia selalu saja kecewa karena Professor Euno tidak pernah datang. Namun Hachiko tetap menunggu dan menunggu di stasiun itu, berharap tuannya kembali. Tubuhnya pun mulai menjadi kurus.
Para pegawai stasiun yang kasihan melihat Hachiko dan penasaran kenapa Professor Euno tidak pernah kembali, mencoba mencari tahu apa yang terjadi. Akhirnya didapat kabar bahwa Professor Euno telah meninggal dunia, bahkan sudah dimakamkan oleh kerabatnya.
Mereka pun berusaha memberitahu Hachiko bahwa tuannya tak akan pernah kembali dan membujuk agar dia tidak perlu menunggu terus. Tetapi anjing itu seakan tidak percaya atau tidak peduli. Dia tetap menunggu dan menunggu tuannya di stasiun itu seakan ia yakin tuannya pasti akan kembali. Semakin hari tubuhnya semakin kurus kering karena jarang makan.
Akhirnya tersebarlah berita tentang seekor anjing yang setia terus menunggu tuannya walaupun tuannya sudah meninggal dunia. Warga pun banyak yang datang ingin melihatnya. Banyak yang terharu. Bahkan sebagian sempat menitikkan air matanya ketika melihat dengan mata kepala sendiri seekor anjing yang sedang meringkuk di dekat pintu masuk menuggu tuannya yang sebenarnya tidak akan pernah kembali. Mereka yang simpati itu ada yang memberimakanan, susu, bahkan selimut agar tidak kedinginan.
Selama 9 tahun, dia terus muncul di stasiun setiap harinya pada pukul 3 sore, saat dimana dia biasa menunggu kepulangan tuannya. Namun hari - hari itu adalah saat dirinya tersiksa karena tuannya tidak kunjung tiba. Dan di suatu pagi, seorang petugas kebersihan stasiun tergopoh - gopoh melapor kepada pegawai keamanan. Sejenak suasana menjad ramai. Pegawai itu menemukan tubuh seekor anjing yang sudah kaku meringkuk di pojokan ruang tunggu. Anjing itu sudah menjadi mayat. Hachiko sudah mati. Kesetiaan kepada tuannya pun terbawa sampai mati.
Warga yang mendengar kematian Hachiko segera berduyun - duyun ke stasiun Shibuya. Mereka umumnya sudah tahu tentang kesetiaan anjing itu. Mereka ingin menghormati untuk terakhir kalinya. Menghormati sebuah arti kesetiaan yang kadang justru langka terjadi pada manusia.
Mereka begitu terkesan dan terharu. Untuk mengenang kesetiaan anjing itu, mereka kemudian membuat sebuah patung di dekat stasiun Shibuya. Sampai sekarang taman di sekitar patung itu sering dijadikan tempat untuk membuat janji bertemu. Karena masyarakat di sana berharap, ada kesetiaan seperti yang sudah dicontohkan oleh Hachiko saat mereka harus menunggu maupun janji untuk datang. Akhirnya patung Hachiko pun dijadikan simbol kesetiaan. Kesetiaan yang tulus yang terbawa sampai sampai mati.

NB : Gue ngambil cerita ini dari Indonesian Language Blog. Gue ngetik kembal cerita ini dengan berlinang air mata di setiap hurufnya :') Hachiko yang tenang ya di sana. Kami selalu mengenangmu di sini, selamanya.... :')

Galau Karena Film

hai, udah lama gue gak ngeblog. gak kok gue gak kemana - mana. masih tetep dihatimu :* (jayus).
oke, gue sekarang mau cerita kalo minggu - minggu ini gue lagi doyan banget nangis tiap malem. karena apa ? yap, seperti judul entri ini, gue sering nangis karena sering nonton film. padahal filmnya udah sering gue ulang - ulang, tapi teteeeeeeep aja gue bisa nangis. coba tebak judulnya apa ? yang pasti ini bukan film romantis, tapi tentang film hewan peliharaaan yaitu anjing. yap Hachiko!
Hachiko ini kebagi jadi 2 versi, yaitu versi amerika (2009) dan versi jepang (1987). kedua versi ini udah gue tonton dan kedua - duanya tetep bikin gue nangis. tapi yang pertama kali gue tonton yaitu versi jepang dan gue nangis sejadi - jadinya sampe liur gue netes! :p
Yap, bukan lebay, tapi ini film bener - bener sedih banget! lo wajib nonton versi jepangnya baru nonton versi amerikanya.
setelah lo nonton keduanya versi itu, lo pasti berpikir kalo versi jepang itu lebih sedih dan lebih dalam galaunya daripada yang versi amerika. gue serius. versi amerika emang sih bikin nangis, tapi gak sampe bikin liur gue sampe netes! hahaha :p
tapi tetep aja film ini kedua versinya punya arti mendalam banget di hati gue (seeeeet). arti mendalam kalo kesetiaan itu bukan cuman dari manusia ke manusia, tapi juga bisa dari hewan ke manusia.
saat gue ngeliat film ini, rasanya gue pengeeeeen banget melihara anjing ras akita inu kayak hachiko, tapi sayangnya agama gue gak ngebolehin melihara anjing. alhasil, gue melihara kucing dari gue kecil. semua keluarga gue penyayang kucing dari dulu, jadi semua sayang dengan kucing gue. tapi kayaknya kucing itu gak setia banget ya kayak anjing. pengen pelihara anjing :(
yaaaaah, tapi gue harus konsisten dong sama agama.
sampe sini dulu ya ngeblognya, gue mau nonton Hachiko lagi (dan pastinya mau nangis lagi)!
gak ada bosennya nonton film ini :*

Saturday, December 17, 2011

Cerita Mimpi Combe Kitty :)

Alasan gank kami yaitu "Combe Kitty" dalam memilih Pond's Make it Happen di bidang fashion adalah kami sangat menyukai seni, terutama di bidang fashion sendiri. Kami kadang memiliki selera yang dalam fashion, sehingga kadang - kadang, apabila kami ingin membeli baju bersama - sama, kami kadang rebutan 1 baju, haahaha :D . Kami juga tidak tahu kenapa kami bisa memiliki selera yang sama seperti itu. Akan tetapi, kadang hal itu juga membantu kami dalam beberapa hal. Contohnya saya lagi ada urusan, tetapi saya harus membeli baju untuk acara tertentu, saya bisa menitip pada kedua teman saya, karena kami tahu bahwa selera kami terkadang sama. Jadi kami sangat bersyukur dan kadang terbantu akan hal itu.
Tujuan gank kami yaitu "Combe Kitty" mengikuti Pond's Make It Happen adalah kami ingin mewujudkan mimpi kami yang selama ini kami idam - idamkan. Kami ingin sekali melihat fashion show yang biasa digelar oleh para desainer terkemuka dunia. Seperti yang kami bilang sebelumnya, bahwa kami sangat menyukai seni, terutama dalam bidang fashion sendiri. Kami ingin menambah pengetahuan fashion kami dengan sesuatu inspirasi fashion yang jauh lebih keren dan tentunya unik. Kami juga ingin melihat langsung bagaimana para model professional berlenggak - lenggok di panggung fashion dunia. Mungkin siapa tahu kami dapat belajar juga dari anggunnya para model tersebut :D . Seperti itulah adalah hal yang paling indah menurut kami. So, we want to make it happen!
Karena itulah mengapa kami mengikuti Pond's Make It Happen, yang dengan ajaibnya ada pada saat kami ingin mewujudkan cita - cita kami tersebut. Mungkin Pond's Make it Happen adalah jalan yang ditunjukkan oleh Tuhan kepada kami, agar kami dapat mewujudkan cita - cita kami bersama - sama :)

Monday, December 5, 2011

monoton

entah kenapa gue ngerasa, hidup gue itu monotooooon aja.
gini gini aja, gak ada rasa cenat cenut, gak ada rasa ngefly atau semacamnya.
tiap hari cuman maen twitter, youtube, plurk dan social network lainnya.
mau tau twitter gue ? klik disini aja ya!
palingan cuman baca komik doang sama baca novel.
kalo maen palingan cuman sama combe kitty, besties atau ines.
boseeeeen!
gak ada rasanya ngefly, cenat cenut dan semacamnya itu.
gue heran sama temen2 gue yang bisa nangis karena cowok, kenapa ?
karena gue belum pernah nangis karena cowok, percaya gak ?
iya beneran aja, gue belum pernah nangis karena cowok.
sedangkan temen2 gue kayaknya mudah banget nangis karena cowok.
kenapa ya ? apa karena hati gue terlalu dingin ?
atau karena emang belum ada yg bisa bikin gue terlalu jatuh cinta ?
gue gak ngerti semua itu, gue belum pernah ngalamin hal kayak gitu.
sama cinta pertama gue pun, gue gak pernah nangisin dia.
apa rasanya nangis karena cowok ? gue pengen tau rasanya gimana....